
Pembukaan Rapat Saṅghakārakasabhā III/2025 Saṅgha Theravāda Indonesia di Vihāra Karuṇādīpa, Palu, Sulawesi Tengah
Kegiatan ini dihadiri oleh 28 Bhikkhu Saṅgha dari berbagai daerah di Indonesia
Puja bakti Peringatan Māgha Pūjā di Cetiya Dhammacakka Kisaran, Sumatera Utara pada hari Minggu, 03 Maret 2024.
Berkenan hadir pada kesempatan ini yaitu Bhikkhu Cirajayo, Sāmaṇera Thānavaso, dan Sāmaṇera Guandi.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi amisa puja. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan paritta, pembacaan syair Dhammapada, bermeditasi, dan Dhammadesanā yang disampaikan oleh YM. Bhikkhu Cirajayo.
Dalam khotbahnya, Beliau menyampaikan bahwa hari Māgha Pūjā tidak kalah penting dengan hari besar lainnya. Ini karena pada hari Māgha Pūjā, Sang Buddha menyampaikan inti ajaran para Buddha yang termuat dalam Ovāda Pātimokkha. Dengan demikian, ini menjadi momentum bagi umat Buddha untuk mengingat dan berusaha mempraktikkan ajaran tersebut.
Sebagai penutup, Y.M. Bhikkhu Cirajayo mengajak umat Buddha untuk berjuang agar mampu menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Tuan yang mampu mengendalikan kotoran batinnya sendiri berupa lobha, dosa, dan moha. Bukan menjadi budak yang dikendalikan oleh kotoran batin.
Kegiatan diakhiri dengan pelimpahan jasa, pemercikan tirta, dan penghormatan kepada Tiratana.
Selamat memperingati Hari Māgha Pūjā 2567 TB / 2024.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Kegiatan ini dihadiri oleh 28 Bhikkhu Saṅgha dari berbagai daerah di Indonesia

Upacara kelulusan ini diikuti oleh 50 Mahasiswa Buddhis Universitas Prasetiya Mulya

Dhammadesana disampaikan oleh YM. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera selaku Saṅghapamokkha Saṅgha Therāvada Indonesia.

Turut hadir Y.M. Bhikkhu Dhammakaro Mahāthera, dan Y.M. Bhikkhu Adhikusalo Mahāthera

Candi Sirimandira memiiki makna yang sangat dalam yaitu “Memancarkan Kemuliaan”.

Dalam kesempatan itu turut hadir Y.M. Bhikkhu Sucirano Mahāthera

Turut hadir Y.M. Bhikkhu Sujano Mahāthera dan Y.M. Bhikkhu Upasanto

Laporan Panitia disampaikan oleh Bapak Kevin Wu dilanjutkan sambutan oleh Dirjen Bimas Buddha