
Pembukaan Rapat Saṅghakārakasabhā III/2025 Saṅgha Theravāda Indonesia di Vihāra Karuṇādīpa, Palu, Sulawesi Tengah
Kegiatan ini dihadiri oleh 28 Bhikkhu Saṅgha dari berbagai daerah di Indonesia
Ketua Bidang Antar Lembaga STI, Y.M. Bhikkhu Atthadhīro Thera hadiri Visuddhi Pelantikan Pandita dan Pandita Madya pada Minggu, 29 September 2024 di Vihāra Siripada, Serpong, Tangerang Selatan
Visuddhi Pelantikan Pandita pada kali ini diikuti oleh 11 orang Pandita (penuh) dan 19 orang Pandita Madya yang berasal dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kab. Bogor.
Visuddhi diawali dengan penyalaan lilin dan pemasangan dupa dilanjutkan dengan Namakkāra Pāṭha, Pañcasila-ārādhanā dipimpin oleh Pdt. Bodhi Sidarta. Pada acara tersebut juga dilakukan pembacaan Etika Pandita oleh Pdt. Mettadewi Wong. Pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Jenderal MAGABUDHI PMd. Judha Hartono. Puncak dari acara tersebut adalah para calon pandita dan pandita madya mengucapkan Prasetia Pandita yang dipimpin oleh Pdt. Dharmanadi Chandra selaku Ketua Umum MAGABUDHI.
Pada kesempatan tersebut hadir Y.M. Bhikkhu Atthadhīro, Thera dan Y.M. Bhikkhu Ratanajayo. Dalam Anusāsana-nya Bhante Atthadhīro, Thera menyampaikan 2 hal yang patut diingat sebagai seoran Pandita, yaitu:
1. Sebagai seorang Pandita hendaklah dapat meredam api kebencian dalam diri kita masing-masing. Dalam berorganisasi banyak ditemui perbedaan pendapat. Jangan sampai konflik/perbedaan menimbulkan kebencian.
2. Sebagai seorang Pandita hendaklah dapat terus melatih kesabaran. Ketika ada yang kita tidak sukai berlatih sabar, karena bermanfaat bagi perkembangan batin kita sendiri
Dalam berorganisasi janganlah kita menjelek-jelekan organisasi dimana kita bernaung. Seperti halnya nasihat Dhananjaya kepada Visakha yaitu “Jangan membawa api dari dalam keluar”.
Acara dilanjutkan dengan Arahan dari Ketua Umum Magabudhi, lalu ditutup dengan Namakkāra Pāṭha.
Selamat kepada Rama dan Ramani atas kenaikan jenjang menjadi Pandita (penuh) dan Pandita Madya. Semoga kebajikan yang dilakukan sebagai timbunan parami untuk mencapai pembebasan.

Kegiatan ini dihadiri oleh 28 Bhikkhu Saṅgha dari berbagai daerah di Indonesia

Upacara kelulusan ini diikuti oleh 50 Mahasiswa Buddhis Universitas Prasetiya Mulya

Dhammadesana disampaikan oleh YM. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera selaku Saṅghapamokkha Saṅgha Therāvada Indonesia.

Turut hadir Y.M. Bhikkhu Dhammakaro Mahāthera, dan Y.M. Bhikkhu Adhikusalo Mahāthera

Candi Sirimandira memiiki makna yang sangat dalam yaitu “Memancarkan Kemuliaan”.

Dalam kesempatan itu turut hadir Y.M. Bhikkhu Sucirano Mahāthera

Turut hadir Y.M. Bhikkhu Sujano Mahāthera dan Y.M. Bhikkhu Upasanto

Laporan Panitia disampaikan oleh Bapak Kevin Wu dilanjutkan sambutan oleh Dirjen Bimas Buddha