Pembekalan Masa Vassa 2570/2026 Pertemuan Keenam, Bhante Mahā Dhammadhiro Mahāthera Mengupas Terjemahan Pustaka Dhammapada (Sesi 2)

Kamis, 27 Agustus 2026 — Rangkaian Pembekalan Masa Vassa 2570/2026 dilanjutkan dengan sesi mengupas terjemahan Pustaka Dhammapada berdasarkan terjemahan Saṅgha Theravāda Indonesia yang diampu oleh Y.M. Bhikkhu Mahā Dhammadhiro Mahāthera. Sesi ini dimoderatori oleh Y.M. Bhikkhu Ratanajayo dan diawali dengan Namakkāra Pāṭha yang dipimpin oleh Y.M. Bhikkhu Cittaguto Mahāthera.

Melanjutkan sesi pertama pada pertemuan kedua, pembahasan kali ini dimulai dari pertanyaan dan syair-syair yang menjadi perhatian para peserta.

Beberapa bagian yang dibahas antara lain syair 34 mengenai terjemahan “Cipta yang menggelepar demi lepas dari jerat Mara”; syair 37 mengenai kiasan “Berpetualangan jauh”, “Melanglang sendirian”, “Tidak bertubuh”, dan “Gua”, serta pemaknaan istilah “Hadaya”; syair 161 mengenai perumpamaan “Maluwa/Ara pencekik”; serta syair 334 mengenai perumpamaan “Laksana berlian melukai intan”. Dibahas pula istilah Pāḷi seperti “Sappurisa”, “Vimutti”, dan “Vimutti Ñāṇa Dassana”, serta istilah Sanskerta “Bodhisatva” dan “Mahāsatva”, termasuk hubungan Ñāṇa, Dassana, Saññā, dan Paññā.

Dalam pembahasannya, Bhante Mahā Dhammadhiro Mahāthera mengajak peserta melihat bahwa pemaknaan kata atau istilah perlu ditinjau dari berbagai sisi, antara lain sintaksis, semantis, leksikal, dan gramatikal. Karena itu, penerjemahan teks Pāḷi tidak dapat dilakukan sekadar dengan menerjemahkan kata demi kata. Struktur bahasa, konteks, makna yang hendak disampaikan, serta penggunaan istilah yang familiar bagi pembaca perlu menjadi pertimbangan.

Pembahasan ini menjadi ruang diskusi untuk meninjau dan memperkaya pilihan istilah dalam terjemahan. Melalui pembahasan syair demi syair, peserta turut memberikan masukan agar terjemahan semakin mudah dipahami, tetap tepat secara makna, dan mampu menyampaikan pesan Dhamma dengan baik.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperdalam pemahaman peserta terhadap pesan Dhamma dalam Dhammapada sekaligus mendukung proses pembelajaran dan pendalaman Dhamma selama Masa Vassa.

Berita Lainnya